AKU SUKA KETEMU KELOMPOK ORANG
Aku dan Mereka dalam lingkungan
A. Aku
Aku suka temu kelompok orang-orang dari gunung sampai pante, tetapi aku percaya aku sudah jumpa tiap-tiap orang penting diatas Bumi ini. Para teman-teman ku adalah orang-orang yang penting dan aku mencintai semuanya, sebab mereka adalah pendukungku dan tanpa mereka aku tidak akan jadilah seperti aku hari ini. Aku melihat mereka sebagai mahluk social yang ada di muka bumi Cenderawasih.
Masing-Masing dan tiap-tiap orang yang aku mengetahui adalah berbeda dan bahwa apa yang membuat semua hubungan ku dengan para teman-teman ku yang khusus dan aku ingin mereka semua mengetahui bahwa aku sangat mempedulikan semuanya untuk mereka.
Aku bukan orang yang menunjukkan perasaan ku kepada yang paling penuh, tetapi aku akan tinggal setia bagi semua para teman-teman ku di bumi ini dan aku ingat bahwa aku memikirkannya mereka sehari-hari. Karena aku tiba di manapun di bumi cenderawasih ini (Papua) yang aku sudah jumpa beberapa orang-orang unik, tetapi tidak ada orang dapat menggantikan para teman-teman ku dan cinta pertama ku. Aku tidak genap harus menyebut yang manapun sebab mereka mengetahui, siapa mereka adalah: “ORANG-ORANG YANG PALING UTAMA MEMPERJUANGKAN KEBEBASAN ORANG PAPUA”. selanjutnya: HAMOP (Hak Asasi Manusia Orang Papua)
Sehari-hari Aku berkata Allah aku berlari ke seberang mereka sebab aku belajar berbagai hal untuk semua dari mereka, social, budaya, ekonomi, politik, pendidikan dan lain sebagainya. Banyak yang saya belajari dan banyak pula yang saya tidak mengerti, dalam ketidak mengertian itulah yang saya berpikir dengan pikiran yang emosional bahwa ada ketidak adilan yang terjadi di NEGERIKU PAPUA., baik didalam social, budaya, politik, ekonomi, pendidikan, dan lain sebagainya.
Dalam keadaan apapun kita, hari ini kita tahu bahwa banyak hal yang harus kita belajar, dan dengan keahlian apa yang dibutuhkan masa depan Papua kita tidak tahu. Namun satu hal yang utama adalah tetaplah belajar menguasai hal-hal baru, karena kita berada dalam suatu lingkungan dimana belajar terus seumur hidup adalah syarat untuk menang. sejauh kita memandang maka harus sejauh itulah kita harus memperlengkapi diri kita dengan berbagai pendidikan. Saat ini kita ditantang untuk belajar dan belajar sebab semakin kita tahu justru semakin banyak yang kita tidak tahu.
B. Lingkungan
Lingkungan adalah pola sikap kita diterima atau tidak, entah itu hal yang baik atau buruk, pada dasarnya dalam diri seseorang ada faktor tidak keberuntungan, ada ketidak keberhasilan, ada keberuntungan, ada kekecewaan dan juga ada kesenangan. Yang melekat dan terus berpengaruh sepanjang hidup individu atau dalam masyarakat. Secara gampang disebut faktor sosial. Faktor yang mempengaruhi ini baru di ketahui ketika yang bersangkutan telah ada dimana di lingkungan baru, di lingkungan kampus, masyarakat dan dimana lingkungan sesorang itu berada, namun perlu ada pemahaman, untuk baik memerlukan perjuangan. karena didalam baik itu, ada sifat yang menuntun seseorang untuk lebih cerdas dalam berpikir dan berperilaku, di lingkungan dimana individu atau kelompok itu berada.
Sering kali menghadapi masalah yang membuat kesal, jengkel, terpancing untuk berada dalam kobaran emosi dan amarah di suatu lingkungan yang perbeda. Kebencian hal manusiawi sekali. Dalam siklus yang wajar dalam kehidupan bermasyarakat, kebencian adalah bagian yang tidak terpisahkan dalam kehidupan manusia, namun untuk menghindar dari kebencian, baik membenci atau dibenci adalah sebuah tantangan yang setiap manusia bisa mengatasinya.
Dan aku tidak menyesali tidak ada yang terjadi diantara kita sebab aku mencintai orang Papua dan tanah ini dari Sorong sampai Merauke adalah milik orang Papua yang di karuniakan oleh TUHAN.
” Sukses adalah mendapatkan apa yang anda inginkan, Kebahagian adalah keinginan yang anda dapatkan” (Ingrid bergman. 1915-1982)
nowe sayang blognx mantap skli...
BalasHapus